SR Yamali TB Inisiasi Pembentukan Tim Pelacak Kasus LTFU, Libatkan Tokoh Agama dan Masyarakat

SR Yamali TB bersama Dinkes Makassar dan Petugas beberapa PMDT se-Makassar

MAKASSAR– Yamali TB meginisisasi pembentukan tim pelacakan kasus Lost to follow up (LTFU) TBC Resisten Obat. Pembentukan tim pelacak tersebut sebagai respon atas beberapa kasus pasien TBC RO yang LTFU dan enggan untuk berobat kembali serta target zero LTFU TBC RO di Sulsel.

“Di Sulawesi Selatan, khususnya kota Makassar untuk tahun 2021 lalu ada 4 kasus pasien LTFU dampingan Pasien Supporter SR Yamali TB. Sebagai upaya para pendamping atau PS telah melakukan pelcakan, 1 orang pasien berhasil kembali melanjutkan pengobatan, sementara 2 pasien menolak dengan alasan tidak kuat lagi, serta 1 pasien hilang kontak dan tak lagi dapat ditemui. Hal ini barang tentu suatu persoalan yang perlu kita pecahkan,” ungkap Koordinator PMEL SR Yamali TB Sulsel, Kasri Riswadi, pada rapat koordinasi semeseter dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar serta petugas PMDT kota Makassar, kamis, 23 Juni 2022.

Kasri menegaskan perlunya strategi dan peran bersama lintas pihak untuk menanganinya, dan salah satunya membentuk tim pelacak yang bukan hanya dari unsur PS dan MK, tetapi juga unsur lain baik itu kader, petugas puskesmas, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berpengaruh bagi pasien. Tak hanya di kota Makassar, tapi juga di 8 kabupaten wilayah kerja SR Yamali TB seperti Maros, Gowa, Jeneponto, Bulukumba, Bone, Wajo, Sidrap, dan Pinrang.

Wasor TB Dinas Kesehatan kota Makassar, Sierli Natar menimpali bahwa dari pihak layanan hal tersebut memang telah menjadi tupoksinya. Karenanya khusus untuk kasus LTFU di kota Makassar, ia sangat menyambut baik jika komunitas dalam hal ini Yamali TB dapat mempelopori tim tersebut. “Silahkan, kita tentu sangat mendukung, apalagi kalau ini dilakukan sama-sama,” terangnya.

Ifah, Seorang PS saat menjalankan perannya melakukan pendampingan dengan mengunjungi rumah pasien TBC-RO dalam rangka memberikan support dan motivasi

Sementara itu, Manager SR Yamali TB, Wahriyadi menjelaskan bahwa penanganan kasus LTFU ini menjadi bagian penting dari program TB Komunitas. Harapannya, kata dia, angka kasus LTFU semakin berkurang bahkan zero atau nol kasus sesegara mungkin. Untuk itu, tambahnya, selain fokus penanganan kasus LTFU, ia juga meminta agar Manager Kasus dan Pasien Suppoerter menguatkan pendampingan. “Kita juga berharap kerjasama untuk koordinasi yang baik dengan pihak petugas layanan, tentu jika kita sama-sama persoalan ini bisa kita entaskan,” pungkasnya.

SR Yamali TB Sulsel saat ini sedang mendampingi 248 pasien TBC RO. Pendampingan dari sisi psikososial itu diimplementasikan dengan melibatkan 20 pasien Supporter serta 8 Manager Kasus di 9 rumas sakit layanan TBC RO atau PMDT se-Sulsel.

Beburu Kasus TBC Baru, Yamali TB Latih dan Gerakkan Volunteer dari Kalangan Milenial

Seorang Volunteer TB sedang menyuluh kepada puluhan pelajar di salah satu sekolah di Makassar

MAKASSAR– Yamali TB Sulsel terus bergerak menggalang dukungan masyarakat dalam penemuan dan pendampingan kasus Tuberkulosis (TBC). Upaya tersebut terus dilakukan untuk dapat menekan angka kasus TBC di Sulawesi Selatan khususnya di kota Makassar yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami kenaikan.

Terbaru, melalui Milenial Yamali TB mengadakan training singkat dan peningkatan kapasitas volunteer TB yang berasal dari kalangan muda. Kegiatan pelatihan sendiri digelar di sekretariat Yamali TB, Jl. Cemara No. 2, belum lama ini. Satu pekan terakhir para volunteer ini pun telah aktif melakukan kegiatan di sejumlah titik di kota Daeng, Makassar.

Milenial Yamali TB, Muh Fajar Pahrir menuturkan bahwa pengadaan volunteer menjadi bagian dari upaya penggalangan lebih banyak pihak untuk mewujudkan eliminasi TBC. “Kalau selama ini kita banyak aktif di masyarakat dan puskesmas melalui kader-kader dari kalangan ibu rumah tangga. Kita hendak juga mengajak kalangan muda-mudi untuk ambil bagian sebagai volunteer yang menyasar sebayanya serta mengawal kasus TB yang ada di sektor swasta melalui strategi Public Private Mix (PPM),” pungkasnya.

Sementara itu, Manager SR Yamali TB, Wahriyadi menjelaskan peran penting pemuda khususnya dari kalangan milenial untuk terlibat dalam program TBC atau minimal tahu tentang penyakit menular dan berbaya itu. Menurutnya, kasus TBC saat ini banyak menyerang usia produktif baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini disebabkan gabungan antara banyak hal. Ia menyebut anak muda saat ini kurang memperhatikan pola hidup sehat, banyak begadang, merokok, dan tidak memerhatikan asupan makanan yang sehat dan bergizi.

“Jadi kita tidak bisa lagi menggangap bahwa TBC itu penyakit orang tua, sebab ia bisa menular ke siapa saja tanpa pandang usia. Bisa saja kita terluar di tongkorongan atau di mana saja. Untuk itu sosialisasi untuk mengetahui gejala dan pencegahannya selalu sangat penting dilakukan,” tambahnya.

Yamali TB Sulsel sebagai pelaksana program TB Komunitas di Sulsel memang terus berupaya melakukan banyak cara dalam upaya penemuan kasus baru TBC di Sulsel, mengingat bahwa dari 31022 estimasi kasus TB di Sulsel, tercatat baru sebanyak 14808 kasus atau yang ternotifikasi yang jika dipersentasekan hanya 47,73%. Artinya, masih ada sekitar 53% yang tidak diketahui keberadaaanya di tengah ancaman penularan yang juga besar.

SSR Yamali TB Gowa Programkan Daging Qurban Bagi Pasien TBC

Kamaruddin (kanan) saat memberikan daging qurban kepada keluarga pasien TBC, pada Idul Qurban 2021 tahun lalu. Tahun ini Program yang sama kembali akan dilakukan.

GOWA– Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis (Yamali TB) Kabupaten Gowa, kembali mengadakan program daging qurban pasien TBC. Program ini diperuntukkan sebagai asupan gizi tambahan bagi pasien TBC dampingan kader TB Komunitas guna mendukung tingkat kesembuhan.

Staff Program SSR Yamali TB Kabupaten Gowa, Kamaruddin menuturkan bahwa program ini adalah program tahunan yang ia lakukan untuk memanfaatkan momentum idul adha atau idul qurban. “Sudah berlangsung sejak tahun 2014 yang dinisiasi oleh Aisyiyah dan KMP TB serta Yamali TB, alhamdulillah tetap berjalan setiap tahun hingga sekarang,” ucapnya saat dijumpai di kantor Yamali TB Gowa di Pallangga, Sabtu, 18 Mei 2022.

Dalam perjalanannya, Kamaruddin melanjutkan, bahwa program ini sangat disambut baik oleh banyak pihak dari kader hingga para donatur karena peruntukannya. Adapun bagi pasien TBC, ini menjadi motivasi tambahan bagi mereka agar rajin berobat demi kesembuhannya.

Khusus untuk menyambut hari qurban tahun 2022 ini, Kamaruddin melaporkan bahwa ia telah membuka pendaftaran bagi pihak atau individu yang mau mendaftarakan diri dalam program qurban bagi pasien. Sebanyak 60 hingga 70 pasien yang menjadi target penerima untuk tahun ini.

“Kita sudah buka sejak pekan lalu, dan hingga hari ini sudah ada dua ekor sapi dari 10 ekor sapi yang kami targetkan. Daftar itu berasal dari unsur Dinkes Gowa, Kader-kader, PPNI, PPDI, hingga pelaku usaha di Gowa. Kami masih membuka pendaftaran hingga sebelum hari raya,” tambahnya.

SR Manager Yamali TB, Wahriyadi saat menyalurkan daging qurban dan bantuan beras kepada keluarga pasien TBC di Gowa.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya tidak membatasi pihak yang hendak menyalurkan qurbannya dalam program ini. Untuk itu, bagi masyarakat yang terketuk hatinya mengikuti program berbagi daging qurban untuk pasien TBC, dapat mengirimkan donasinya dengan mengubunginya langsung di nomor telepon dan whatsapp 085255139052.

KMP TB Kahu Rancang Desa Bebas TBC

KMP TB di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone

BONE– Kelompok Masyarakat Peduli Tuberkolosis (KMP-TB) Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone merancang pembentukan Desa peduli TBC. Rancangan itu tertuang dalam lembar program kerja yang disusun dalam pertemuan peningkatan kapasitas KMP TB, di Aula Puskesmas Kahu, belum lama ini.

Ketua KMP TB Kahu, Ahmad Zailan menuturkan bahwa rancangan pembentukan desa bebas TBC ini merupakan satu ikhtiar untuk meningkatakan penemuan kasus baru dan upaya eliminasi TBC khususnya di Kecematan Kahu, Bone.

“Hal ini didasari oleh usulan dan dorongan yang massif dari pengurus KMP-TB itu sendiri maupun dari pihak Yamali TB, pekerjaan ini memang berat dan butuh waktu mengingat struktur aparat pemerintahan desa harus membuka diri untuk bekerja sama, maka ada proses lobi dan negosiasi kedepannya untuk kita wujudkan program ini,” ungkapnya.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kasri Riswadi selaku Koordinator Program dan MEL SR Yamali-TB Sulsel. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya strategi pengawalan dan pendampingan kasus TBC di Kecamatan Kahu melalui ragam model kegiatan yang relevan dan kekinian, seperti kampanye di media sosial, gerakan fundraising, kolaborasi instansi, dan penyuluhan.

“Saya kira pembentukan Desa bebas TBC adalah satu langkah awal yang baik, semoga dapat terealisasi sehingga hal yang sama dapat juga dilakukan di desa sekitarnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Kahu, H.A Masrura Skm, M.Kes., mengaku sangat menyambut baik apa yang direncanakan KMP TB dan Yamali TB. Dari sisi layanan, pihaknya menyatakan kesiapan dan apa saja yang dapat dikontribusikan.

“Kami Kami sangat senang dengan kehadirtan KMP TB ini dan keterlibatan SSR Yamali-TB dalam proses penemuan dan penanganan pasien selama ini, itu sangat membantu dan kami harap kedepannya akan terus berjalan dan kami akan terus mendukung,” ungkapnya.

Ia menyambung, bahwa penanganan khusus kasus TB di Kecamatan Kahu untuk penemuan kasusnya, suspek TB tahun ini sangat meningkat dibanding tahun lalu, hal itu tidak terlepas dari kehadiran kader-kader yang aktif di masyarakat.

“Target di PKM Kahu dengan jumlah penduduk 18 ribu lebih, suspek ada 378 orang sedangkan untuk penderita sebanyak 70 orang, yang penting bagi pihak yamali-TB kedepannya adalah teknik pengambilan dahak bagi pasien, karena jumlah kasus suspek yang ditemukan kurang yang positif setelah dilakukan tes dahak, yang seharusnya 10 orang suspek, terdapat 1 orang yang positif, sedangkan yang ditemukan pihak yamali masih kurang, harapannya ada teknik khusus seperti misalnya pasien disuruh berlari-lari kecil sebelum diambil dahaknya,” tutupnya.

Bangun Komunikasi, SSR PERDHAKI Kabupaten Kupang Sambangi Camat Amabi Oefeto Untuk Berdiskusi.

Kabupaten Kupang – Nusa Tenggara Timur. Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia terus dilaksanakan sebagai bentuk ikhitiar untuk melawanan pandemi tersebut. Upaya ini dilaksanakan secara nasional mengingat index penyebaran kasus di Indonesia yang cukup signifikan.

Hal tersebut mengerakkan Komunitas Perdhaki untuk memperluas kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang melalui sosialisasi masif hingga ke akar rumput guna menemukan dan menyembuhkan pasien ternotifikasi.


Selasa (12/4), tim program SSR Kabupaten Kupang, didampingi Kepala Puskesmas Fatukanutu, drg. Tirsa Fita Fomeni, melakukan audiensi dengan Camat Amabi Oefeto,  Eliazer Teuf diruang kerjanya.

Kepada Tim SSR, Eliazer menjelaskan, pihaknya amat mendukung upaya tersebut. Menurutnya, jika terdapat masyarakat di wilayahnyanya yang menunjukkan gejala utama seperti batuk dalam rentan waktu yang cukup lama, ia akan segera membujuk mereka untuk melakukan pemeriksaan di Puskesmas setempat.

“Ya kita ini banyak yang batuk-batuk terus. Ibu dokter bisa minta untuk segera diperiksa. Saya sangat dukung kegiatan ini. Orang kalau sakit, makan maupun belajar juga agak susah. Ini akan juga berpengaruh pada angka stunting yang eliminasinya juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah” tutur Eliazer.

SSR Kab. Kupang, Putra Diding, kepada Camat dan Kepala Puskesmas Fatukanutu menerangkan, Kabupaten Kupang dalam tiga tahun terakhir sejak 2020 telah terkonfirmasi 746 kasus positif TBC. “Merujuk dari data pada SITB, kita tiga tahun ini, sudah terdapat 746 kasus positif. Kami khawatir kasus tersebut akan meningkat, seirama dengan pandemi covid-19 yang mulai melandai. Pola hidup tentu utamanya” terang Diding.

Kepada Tim SSR Kabupaten Kupang, Camat meminta agar perlu diberikan edukasi kepada seluruh perangkat desa, serta masyarakat terkait hal tersebut. “Saya minta Hari TB Sedunia yang sudah didesign bapak ibu, dapat juga diberi ruang edukasi bagi perangkat desa dan kecamatan serta masyarakat sehingga perkembangan kasus dapat diredam peningkatannya. Boleh dipasang kampanye-kampanye terkait upaya pengendalian pandemi ini” pinta Eliazer.

Hadir dalam audiensi tersebut, Kepala Puskesmas Fatukanutu, Perwakilan Tim Program SR, Maria Fatima, S. KM., M. Giz., Koordinator Program Kecamatan Kupang Timur.

 

Tes Mantoux dan Pemberian TPT di Timor Tengah Selatan, NTT

Timor Tengah Selatan – Nusa Tenggara Timur. Tuberkulosis atau dikenal dengan TBC merupakan penyakit menular yang paling banyak menyebabkan kematian. Sekitar 10-15 persen kasus TBC di Indonesia terjadi pada anak berusia 0-14 tahun.

Anak-anak yang terkena TBC kemungkinan besar tidak tertular dari teman-teman sebayanya, melainkan dari orang dewasa yang menderita penyakit tersebut.

Ketika orang dewasa yang menderita TBC batuk atau bersin, bakteri penyebab TBC akan menyebar ke udara. Pada saat itulah, penularan penyakit TBC ke orang-orang di sekitarnya dapat terjadi, baik ke anak-anak maupun orang dewasa.

Meski sudah dilakukan pemeriksaan fisik dan foto rontgen dada, bisa saja tidak ditemukan adanya tanda-tanda infeksi TBC pada anak. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, dokter biasanya melakukan tes kulit tuberkulin atau tes Mantoux.

Tes tuberkulin dilakukan untuk mengetahui apakah anak pernah terpapar bakteri tuberkulosis. Jika hasil tes tuberkulin positif, maka kemungkinan besar anak telah terinfeksi, apalagi jika gejalanya memang mendukung.

Selain melakukan tes tuberkulin, dokter juga akan melakukan pemeriksaan dahak dan kultur dahak untuk mengetahui apakah kuman TBC ada di dalam tubuh anak, khususnya di saluran pernapasan.

Dalam rangka Hari TB Sedunia Tahun 2022, SSR PERDHAKI Timor Tengah Selatan bekerja sama dengan Puskesmas KIE untuk melakukan pemeriksaan TBC terhadap anak – anak yang memiliki kontak dengan keluarga atau kerabat yang merupakan pasien TBC.

Pemeriksaan ini juga didukung oleh pihak keluarga agar dapat memastikan anak-anak mereka mendapatkan diagnosa dan penangan yang tepat.

Masyarakat yang datang ke puskesmas untuk membawa anak-anak mereka untuk melakukan pemeriksaan sangat berterima kasih kepada pihak SSR PERDHAKI Timor Tengah Selatan yang telah memberikan edukasi mengenai TBC dan TPT yang pada akhirnya meyakinkan mereka untuk membawa anak-anak mereka melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penangan yang tepat.

Dari hasil pemeriksaan tersebut dari 20 anak yang melakukan Tes Mantoux , terkonfirmasi 1 orang Positif dan 19 lainnya memiliki hasil Negatif. Walaupun hasilnya negatif, pihak SSR PERDHAKI Timor Tengah Selatan meyakinkan para orang tua dan keluarga agar anaknya mau untuk diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) karena anak-anak tersebut memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

SSR PERDHAKI Timor Tengah Selatan juga ikut memastikan ketersedian layanan TPT agar bisa diberikan kepada para anak-anak yang layak untuk diberikan TPT. Pemberian TPT ini dapat mencegah dan menekan penularan serta menekan pertumbuhan dan penyebaran bakteri TBC  dalam Tubuh anak yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Semoga dengan adanya pemeriksaan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak TBC yang bukan hanya dapat menyebar pada umur dewasa melainkan pada anak-anak mereka sendiri.

 

 

“Giat SSR PERDHAKI Sikka Bersama Organisasi Profesi di Hari Tuberculosis Sedunia Tahun 2022”

Sikka – Nusa Tenggara Timur. Peringatan Hari TB Sedunia dimaksudkan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mendukung program pengendalian TBC serta menempatkan TBC sebagai isu utama dalam semua sektor di berbagai elemen masyarakat. Selain itu, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan juga sebagai upaya penyebarluasan informasi TBC kepada masyarakat untuk meningkatkan dan mempertahankan pengetahuan serta kepedulian terkait dengan pencegahan penularan dan penanggulangan penyakit TBC yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Kemudian, sasaran peserta kegiatan dipilih kepada pihak yang mempunyai daya ungkit, sehingga diundang organisasi profesi yang bisa langsung membantu masalah TBC di kabupaten Sikka karena Organisasi Profesi punya andil dan dapat bekerja sama mulai dari penemuan sampai promosi ke pasien.

Kegiatan Hari TB Sedunia ini difasilitasi oleh SSR Perdhaki Sikka dengan menghadirkan Sekretaris Dinas, Kabid P2 dan Wasor dari Dinkeskab Sikka, 6 Organisasi Profesi : IDI, PPNI, IBI, Patelki, Persakmi, Persagi, Direktur Pusat Pelayanan Pastoral Keuskupan Maumere dan Yayasan Semangat FIlantropi Flores.

Kegiatan Hari TB Sedunia ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kabupaten Sikka yang membahas masalah TBC yang masih menjadi kasus kesehatan kompleks di Indonesia dengan data 2021 yang menunjukkan treatment coverage di Sikka masih rendah 41,75% dengan success rate 87,92%. Maka, diharapkan pertemuan hari TB Sedunia ini dapat bersama-sama berdiskusi untuk mencari strategi apa yang bisa dikembangkan oleh masing-masing Organisasi Profesi dalam penanggulangan TBC di Kabupaten Sikka.

Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan oleh Kabid P2 dan Wasor TB yang menjelaskan tentang Kebijakan Program TB dan Situasi Terkini Program Penanggulangan TBC di Kabupaten Sikka serta Sosialisasi Perpres 67 Tahun 2021 tentang penanggulangan TBCdi Indonesia.

 

Dan yang terakhir Paparan oleh Staf Program Perdhaki Sikka, Implementasi Program Eliminasi TBC SSR Perdhaki Sikka serta Rencana penggalangan dana bagi 89 indeks di 9 Puskesmas intervensi untuk pemberian PMT atau kebutuhan lain sesuai kondisi indeks.

Hasil dari pertemua ini telah menghasilkan beberapa rencana tindak lanjut yang akan dilakukan, kegiatan-kegiatan ini akan menjadi kolaborasi antara SSR PERDHAKI Sikka dan Sejumlah OP yang hadir dalam pertemuan ini.

Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan  adalah melakukan sosialisasi Peraturan Presiden No 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC ke Organisasi Profesi masing- masing.

Rencana Dukungan Kegiatan Masing-masing Organisasi profesi

  • IDI

Sosialisasi Tatalaksana TBC terbaru dan Terapi Pencegahan TB  untuk para dokter se kabuapeten Sikka melalui Webinar

  • IBI

Akan dilakukan  Sosialisasi Deteksi dini TB pada Ibu dan Anak di kegiatan pertemuan evaluasi organisasi IBI. Dan melakukan Sosialisasi  TB di kegiatan  gerakan sadar sehat dalam sapaan edukasi Ibu dan Anak setiap hari jumat

  • PERSAGI

Sosialisasi  TB dikalangan PERSAGI BULAN April 2022 jadwal nanti dikonfirmasi kembali sera Integrasi kegiatan PMT Pemulihan pada Anak -anak stunting  untuk screening TBC di rumah jabatan  Bupati  , dan koordinasi dengan puskesmas setempat.

  • PATELKI

Peningkatan kapasitas pemeriksaan mikroskopis TB dan  pemeriksaan TCM tahun ini.

  • PPNI

Sosialisasi TB edaran dirjen tentang perubahan alur diagnosis TB resistensi obat  dan ILT ( Infeksi Laten TB)ke DPK  ( 14 komisariat ), Integrasi program IMUNISASI BCG dengan Program TBC untuk tes  mantaux serta Berpartisipasi dalam Penggalangan Dana Untuk Pasien TB

  • Dukungan PUSPAS

Sosialisasi TB untuk para imam tanggal di Nelle

  • PERSAKMI

Mengintensifkan Kembali giat melakukan KIE Perubahan Prilaku Untuk Mendukung percepatan Eliminasi TB

  • Yayasan Filantropi Flores

Membantu penggalangan dana, pembagian sembako, sosialisasi di media sosial untuk program TB dengan berkolaborasi  dengan PERSAKMI  untuk KIE Perubahan Perilaku

Semoga semua rencana tindak lanjut ini dapat dilaksanakan dengan baik dan semaksimal mungkin sebagai bentuk dukungan dan bentuk partisipasi dalam program eliminasi TBC di Sikka.

 

 

SSR Yamali TB Bone Peringati TB Day dengan Edukasi Terbuka dan Berbagi Sembako

BONE– Sore hari dalam kondisi hujan pada tanggal 29 Maret 2022, tidak menyurutkan semangat kader TBC Komunitas Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis (Yamali TB) Sulawesi Selatan Perwakilan Kabupaten Bone untuk menggelar aksi memperingati Hari TB Sedunia (HTBS) Lapangan Merdeka, Bone.

Puluhan Kader TBC yang berasal dari beberapa kecamatan turut andil memberikan edukasi pentingnya Eliminasi TBC di Kabupaten Bone kepada warga masyarakat yang sedang bersantai di lapangan Merdeka dan sekitarnya. Mereka juga membagikan Masker medis kepada pengguna jalan serta menyerahkan beberapa browsur edukasi TBC.

Dalam kesempatan tersebut, para kader juga memanfaatkan momentum untuk berbagi paket Sembako kepada pasien TBC di Kecamatan Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang Timur, Tanete Riattang dan kecamatan Awangpone.

“Ini adalah bagian dari kepedulian kami sebagai kader untuk terus melakukan edukasi ke masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengendalian TBC agar kita semua dapat hidup sehat bebas dan Tuberkulosis,” terang salah seorang kader, Sumarni.

Saiful, Staf Program SSR Bone juga menjelaskan pentingnya komitmen program eliminasi TB. “Ancaman TBC ini sangat nyata, di tahun 2021 lalu kita menempati urutan ke 3 negara dengan penderita TBC paling banyak di dunia. Bahkan sampai saat ini masih menjadi penyakit menular paling mematikan di Indonesia. Tentu ini menjadi tantangan kami sebagai pelaksana program eliminasi TBC berbasis Komunitas, nah dalam world TB Day kali ini kami berkomitmen untuk terus melakukan agenda Preventif pencegahan, pengendalian, penemuan kasus dan pendampingan pasien sampai sembuh.”

Perkuat Dukungan Psikososial Pasien TBC, Yamali TB Gandeng Kareba Baji

Penandatangan MOU antara Yamali TB Sulsel dan Kareba Baji (Foto by. Sri Niken)

MAKASSAR– Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis (Yamali TB) Sulawesi Selatan, menggandeng Yayasan Kareba Baji dalam upaya penguatan pendampingan pasien TBC Resisten Obat serta penemuan kasus TBC baru melalui kegiatan penyuluhan dan sikrinig TBC di wilayah kota Makassar.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama atau MOU yang dilakukan di sekretariat Yamali TB, Jl. Cemara No. 2 Makassar, pada Jumat, 25 Maret 2022.

Ketua Yamali TB, Kasri Riswadi menjelaskan bahwa keberadaan Kareba Baji sebagai organisasi penyintas TB sangat relevan dalam pemberian dukungan psikososial kepada pasien TBC yang sedang menjalani pengobatan.

“Beban pasien TBC itu tak terkira, meliputi lama proses pengobatan serta tantangan efek samping obat, karenanya memang perlu pendampingan. Kami meminta mereka untuk tergabung sebagai patient Supporter, sebab kehadiran Peer educator dari Kareba Baji dapat menjadi pemantik pasien tetap semangat berobat, punya asa sembuh dan bangkit,” tutur kasri.

Ketua Kareba Baji, Chandra Mustamin, menimpali bahwa aktivitas yang dilakukan Yamali TB selama ini memang sangat selaras dengan tujuan dan keberadaan Kareba Baji. Karenanya, ia mengaharapkan agar kerjasama ini juga dapat senantiasa selaras, saling support dengan orientasi yang sama meningkatakan angka kesembuhan pasien TBC RO serta mewujudkan misi eliminasi TBC 2030.

“Setelah ini, kami akan koordinasikan kegiatan yang bisa dilakukan bersama, juga kesedian dan kesiapan teman-teman di Kareba Baji sebagai peer educator,” terangnya.

Kareba Baji merupakan organisasi yang dibentuk oleh kelompok penyintas TBC RO sejak tahun 2014 untuk pendampingan pasien TBC Resistan Obat di RSUD Labuang Baji, yang kemudian merambah kota Makassar dan wilayah Sulsel. Mereka juga tergabung dalam jejaring POP TB Indonesia. Adapun Yamali TB adalah pelaksana program Global Fund TBC Komunitas untuk wilayah kerja se-Sulawesi Selatan kemitraan dengan Konsorsium Penabulu-STPI.

 

Giat Kota Kupang di Hari Tuberkulosis Sedunia 2022 (PART 2)

“PENYULUHAN

&

SKRINING”

Kupang – Nusa Tenggara Timur. Memperingati hari TB Sedunia Tahun 2022, SR PERDHAKI TB NTT berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Puskesmas – Puskesmas yang ada di Kota Kupang. Melakukan kegiatan Penyuluhan sekaligus skrinning dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada para Penghuni Lapas yang belum memiliki atau kurang pemahaman mengenai Kuman TB, Gejala dan penyebarannya.  Kegiatan ini juga di dukung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Dewasa Kelas II A  dan jajaran sehingga memperlancar proses penyuluhan dan skrining. Pada kesempatan ini, kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

 

Didalam kegiatan ini juga terselip pemberian penghargaan kepada puskesmas terbaik di kota kupang dan yang terpilih adalah Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Oebobo serta Pemberian Penghargaan Terhadap Pengelola TBC Terbaik di Kota Kupang.

(Staff MEL SR PERDHAKI bersama Penerima Penghargaan Pengelola TB Terbaik Se- Kota Kupang 2021)

Selanjutnya pelaksanaan skrining dilakukan kepada kurang lebih 150 warga binaan Lapas Dewasa Kelas II A Mulai dari Pria Dewasa hingga Pria Lansia. Proses skrining tersebut akan dilakukan secara bertahap bagi warga binaan sesuai dengan blok dari masing-masing warga binaan tersebut. Proses skrining juga dilakukan langsung oleh para petugas puskesmas dan dikoordinir oleh Tim dari SSR PERDHAKI Kota Kupang.

Sepanjang kegiatan, proses skrining berlangsung dengan baik. Semua warga binaan yang menjalankan proses skrining diberikan pertanyaan mengenai gejala-gejala TBC yang mungkin saja pernah dialami oleh warga binaan. Pada akhirnya dari hasil skrining tersebut menemukan beberapa suspek yang dirujuk untuk melakukan pemeriksaan.

Pihak Puskesmas dan SSR PERDHAKI Kota Kupang telah bekerja sama dengan Pihak Lapas mengenai hal ini dan telah meninggalkan beberapa Pot Dahak yang akan digunakan untuk mengambil spesimen dahak warga binaan yang menerima rujukan untuk dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan.

Semoga dengan kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa peduli terhadap diri sendiri dan sesama diantara warga binaan agar saling mengingatkan akan kesehatan dan berkenan memeriksakan diri apabila merasakan gejala TBC.