Skip to content

Kolaborasi dengan Pemkab Ngawi, Yabhysa Gelar Skrining dan Pencegahan TBC Berbasis Masyarakat

WhatsApp Image 2023-10-31 at 11.03.54

Pencegahan penularan penyakit tuberculosis (TBC) terus diupayakan. Misi tersebut diemban Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera atau Yahbhysa dengan menggandeng Pemkab Ngawi. Sinergitas dalam program penanggulangan TBC tersebut terus berjalan dengan baik. Bulan Oktober ini, kedua pihak menggelar skrining kesehatan keliling wilayah di Ngawi. Contohnya di Puskesmas Pangkur, pada hari Jumat, 20 Oktober 2023. Di puskesmas setempat, digelar  skrining dan pengobatan gratis untuk masyarakat.

Situasi pelaksanaan skrining pencegahan tuberkulosis berbasis masyarakat di Puskesmas Pungkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur

”Kami bekerjasama dengan PT Tirta Medical Center dalam mendekatkan pelayanan ke beberapa kecamatan,” ujar Muhammad Via Pratama, Ketua Yabhysa Ngawi. Via mengatakan, pihaknya secara spesifik menyasar orang yang kontak serumah dengan penderita TBC. Adapun skrining tersebut sudah digelar di Kecamatan Widodaren, Paron, dan selanjutnya di Kedunggalar, Kendal, Geneng, Gerih juga Kecamatan Ngawi.

”Kegiatan serupa akan digelar di 10 kecamatan, hingga November mendatang,” kata Via. Via mengungkapkan, sasaran skrining ini berjumlah 1.600 orang. Dari jumlah itu sebanyak 295 sudah diperiksa dengan rontgen. Ditemukan 65 sasaran yang upnormal TB. Selanjutnya hasil skrining tersebut diserahkan ke puskesmas setempat untuk diperiksa lebih lanjut. ”Setelah ada temuan upnormal TB, akan diperiksa di laboratorium spesimen dahaknya,” jelasnya.

Via menilai antusias masyarakat dari program tersebut luar biasa. Dia mengakui keseriusan Pemkab dalam penanganan TBC tak setengah jalan. Itu terbukti dari dukungan sejumlah pemerintah desa yang turut memfasilitasi warganya untuk datang memeriksakan diri. Dengan mendukung mobilitas warga ke lokasi skrining.

Ketua Yabhysa Muhammad Via Pratama (paling kiri), bersama Forkopimcam Pangkur, perwakilan Dinkes Ngawi, dan para kader TBC, usai serah terima penghargaan.

 

 

 

Dinkes Ngawi sebagai mitra Yabhysa menyambut positif kegiatan ini. Sekretaris Dinkes Ngawi dr Heri Nur Fachrudin mengatakan bahwa program penanggulangan TBC di Ngawi bisa lebih cepat dan efektif melalui cara tersebut. Dalam tiga tahun terakhir, pihaknya berkolaborasi dengan Yabhysa berupaya menemukan lebih banyak kasus TBC di Ngawi. Dari target 1400 an di tahun 2023 ini nyatanya sudah menjaring 930 an kasus. ”Dari situ nantinya segera dilakukan pengobatan. Semakin cepat diobati semakin baik,” ungkapnya.

Heri menambahkan dari temuan skrining TBC pada penderita anak-anak nyatanya menjadi faktor yang mempengaruhi stunting. Sebab penderita mengalami ganguan tumbuh kembang karena penyakit tersebut khususnya pada balita. Karenanya diapun juga menghimbau agara masyarakat tak ragu memeriksakan diri ke puskesmas setempat. ”Terlebih untuk keluarga pasien ataupun siapa saja yang menderita batuk lebih dari dua minggu, secepatnya periksa ke puskesmas,” katanya.

Program skrining dan pencegahan TBC melayani rontgen gratis untuk masyarakat Pangkur dan sekitarnya

Kepala Puskesmas Pangkur dr Mochtar turut menyampaikan terimakasih dan dukungan dari terselenggaranya program tersebut. Pihaknya mengakui kegiatan skrining menggunakan mobil rontgen masih menjadi kendala bagi puskesmas. Karenanya kerjasama antara puskesmas, vendor dan Yabhysa dirasa lebih efektif dan efisien. ”Hasilnya akan lebih mudah ditemukan kalau menggunakan rontgen sehingga deteksi lebih dini kasus TBC lebih baik”, katanya. Pihaknya berharap program eliminasi TBC tahun 2030 berhasil. Sinergi antara pemerintah dan pihak pendukung diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan.

Bagikan Artikel

Cermati Juga