Skip to content

Giatkan Penyuluhan dan Sikrining TBC, Yamali TB Menyasar Warga Lapas Kelas 1 Makassar

IMG_2946
Yamali TB Manyasar Warga Lapas Kelas 1 Makassar

MAKASSAR- Kasus tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan yang serius. Penyakit Tuberkulosis (TBC) adalah salah satu penyakit menular yang dapat menginfeksi semua kalangan mulai dari bayi, anak-anak, remaja sampai lansia dan menimbulkan kesakitan dan kematian lebih dari 1 juta orang setiap tahunnya.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri patogen yang disebut Mycobacterium Tuberculosis (MTB). Pada kebanyakan orang, TBC menginfeksi organ paru, namun TBC dapat juga ditemukan pada hampir semua organ tubuh seperti otak, tulang belakang, dan ginjal.

“Indonesia negara nomor dua dengan angka kejadian TBC paling tinggi di dunia, setelah India dengan jumlah kasus 969 ribu dan kematian 144 ribu per tahun atau setara dengan 16 atau lebih kematian per jam,” ujar Kasri Riswadi, Ketua Yamali TB Sulsel, Rabu (9/11/2022).

Wasor TB Dinkes Makassar, Kabid Pembinaan Napi Lapas Kelas 1 Makassar dan Koordinator Program SR Yamali TB

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan tahun 2022 sampai September, untuk kasus TBC baru 286 ribu dari 824 ribu kasus yang terdeteksi, sisanya 537 ribu kasus belum terdeteksi.

Kasri mengungkapkan salah satu penyebab peningkatan kasus ini karna pengetahuan masyarakat terhadap penyakit TBC masih kurang. Selain itu, faktor sosial seperti lingkungan masyarakat pun sangat beperan.

“Hingga saat ini, masih ada stigma negatif bagi penderita TBC. Beberapa stigma menyebutkan bahwa penyakit TBC adalah penyakit memalukan, penyakit orang miskin, TBC adalah penyakit guna-guna, turun-temurun. Penderita merasa dikucilkan dari lingkungannya, yang harusnya diberikan semangat dalam proses penyembuhan malah dijauhi,” terang Kasri.

Stigma ini dapat memperparah penyakit tuberkulosis paru sehingga dapat menyebabkan keterlambatan pengobatan dan berdampak negatif terhadap kelangsungan berobat penderita. Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu menekan angka kasus penyakit TBC.

Untuk mencapai target eliminasi TBC di tahun 2030, maka para penggiat TB dari Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis (Yamali TB) Sulawesi Selatan melakukan upaya sosialisasi dan menjaring pasien TB agar mendapatkan pelayanan yang seharusnya. Salah satu upaya yang dilakukan YAMALI TB untuk penemuan kasus yaitu program sensitisasi penanggulangan TBC.

“Upaya untuk memberikan pengetahuan dan mendorong perubahan sikap dan perilaku masyarakat agar sensitif atau peka terhadap isu TBC. Jika masyarakat sudah paham informasi mengenai TBC dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari maka bedampak pada pemutusan penularan TBC di masyarakat,” jelas Kasri.

Adapun Wasor TB Dinkes Kota Makassar, Diyah Fajarwati, menyatakan antuasiasnya atas dilaksanakannya kegiatan penyuluhan yang menyasar warga binaan Lapas Kelas 1 Makassar. Diyah juga berharap, dengan kegiatan ini terbangun kesadaran diri dan untuk orang lain agar bisa mendeteksi dini gejala TBC serta penanganannya.

Dokter bersama dua perawat Klinik Lapas Kelas 1 Makassar. Klinik ini tekah mengelola SITB sendiri.

Sementara dari pihak Lapas, selain dokter dan petugas lapas, hadir memberikan sambutan Kabid Pembinaan Narapidana, Jayadi Kusumah. Ia menjelaskan tentang pentingnya narapidana mengetahui penyakit menular seperti TBC. “TBC ini sulit dideteksi, penularannya mudah sehingga pengatahuan tentangnya benar-benar diperlukan. Semoga saudara semua memperoleh pengetahuan dan dapat menyambungkan informasi ini kepada warga lapas yang lain,” katanya.

Antusias ditamppakan para warga Lapas dengan menyimak serangkaian materi dari penyuluh Yamali TB

Sri Jayanti Rasyid, Ketua Panitia Pemasyarakatan TB, mengatakan program sensitisasi salah satunya dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas I Gunung Sari Kota Kota Makassar atas kerja sama Yamali TB, Mahasiswa Magang Kampus Merdeka Yamali TB-Bakrie Center Foundation.

“Seperti yang kita ketahui bahwa tempat ini merupakan salah satu tempat yang memungkinkan penularan TBC jika warga binaan pemasyarakatan tidak mengetahui apa itu TBC dan tidak memedulikan kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan,” ujar Sri Jayanti.

Bagikan Artikel

Cermati Juga

Mentari Sehat Indonesia Mengajak Para Petinggi Kabupaten Untuk Bersinergi Berantas TBC

komunitas mentari sehat indonesia kabupaten cilacap lakukan pertemuan CILACAP.INFO –
Selengkapnya »

Gandeng Pemkab Cilacap, Komunitas Mentari Sehat Inginkan Sinergitas Berantas TBC

HARMASNEWS – Komunitas Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Cilacap mengajak para pemangku kebijakan terutama Dinas
Selengkapnya »

Mangkir di Tembilahan, Pelacakan di Padang Pariaman

Padang Pariaman – Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) adalah kondisi dimana
Selengkapnya »

Penabulu Bersama Mahasiswa UNIBA Adakan Sosialisasi Pencegahan Dan Pengendalian Penyebaran TBC Pada Masyarakat Sujung

Suasana sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyebaran TBC. (Foto dokumentasi ketua
Selengkapnya »

Ibu Juniwati, dari Kader Posyandu ke Kader TBC

Juniwati (50) memilih bergabung sebagai Kader Tuberkulosis sejak pertengahan tahun
Selengkapnya »

TB Campaign Day 2022 : Stop Stigma & Diskriminasi Terhadap Pasien TBC

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksius yang diakibatkan oleh mycobacterium tuberculosis,
Selengkapnya »