Skip to content

Masalah TBC di Sulsel, Seperdua dari Estimasi Jumlah Kasus Belum Diobati

WhatsApp Image 2022-03-30 at 09.08.40
Masalah TBC di Sulsel, Seperdua dari Estimasi Jumlah Kasus Belum Diobati

MAKASSAR– Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pelibatan semua pihak dalam penanggulangannya, termasuk dalam hal ini  keterlibatan lintas sektor pemerintahan, organisasi profesi, hingga layanan kesehatan swasta baik rumah sakit maupun klinik.

Hal itu diungkapkan Penanggungjawab Program TB Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Andi Julia Junus, saat memaparkan materi pada kegiatan pertemuan lintas jejaring untuk penguatan peran komunitas dalam strategi Public Privat Mix (PPM)  yang diadakan Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis (Yamali TB) Sulsel, di Makassar, Rabu, 30 Maret 2022.

Data laporan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021 mencatat erdapat 31.022 estimasi kasus TB di Sulsel, di mana baru sebanyak 14808 kasus atau yang ternotifikasi yang jika dipersentasekan hanya 47,73%. Artinya, masih ada sekitar 53% yang tidak diketahui keberadaaanya di tengah ancaman penularan yang juga besar.

Andi Julia Junus, menjelaskan bahwa untuk melacak kasus TBC di masyarakat, perlu usaha lebih keras dan pelibatan lebih banyak pihak. Ia menyebut, kehadiran Yamali TB dari sisi kominitas merupakan satu yang pasti. Namun, baginya itu juga tak cukup, perlu keterlibatan multisektoral, baik dari sektor pemerintah maupun swasta.

“Starategi yang kita sedang lakukan sekarang adalah implementasi PPM atau pelibatan layanan kesehatan swasta untuk menjangkau kasus TBC, mengingat bahwa banyak masyarakat yang memilih berobat di sektor layanan swasta, sementra yang terlaporkan dari sektor hanya 9 % dari total kasus secara Nasional,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua KOPI TB Sulsel, dr. Arief Santoso, Sp.P, Ph.D, menegaskan bahwa selain swktor layanan, juga dibutuhkan peran penting organisasi profesi serta keberpihakan pemerintah untuk membuat suatu payung hukum tentang penanggulangan TBC.

Manager SR Yamali TB Sulsel, Wahriyadi menambahkan bahwa implementasi DPPM ini merupakan strategi penanggulangan Kemenkes tahun 2020-2024.

Kegiatan pertemuan jejaring ini dilaksanakan selama tiga hari, sejak 28-30 Maret 2022, dengan diikuti Dinas Kesehatan Sulsel, Dinkes Makassar, KOPI TB, IDI Sulsel, PPDI Cabang Sulawesi, Asosiasi Rumah Sakit, Asosiasi Klinik, Asosisi Laboratorium, Majelis Kesehatan Aisyiyah dan Muhammadiyah, serta sejumlah peerwakilan Rumah Sakit dan Klinik se-Makassar.

Bagikan Artikel

Cermati Juga

Eliminasi TBC Di Provinsi Banten, SR Konsorsium Penabulu STPI Tanda Tangani Kesepakatan Bersama Dengan Dinas Kesehatan

Penabulu-STPI dan Dinas Kesehatan Banten melakukan Penandatanganan Kesepakatan Tangerangupdate.com (21/06/2022)
Selengkapnya »

Strategi Jemput Bola Temukan TBC : Kolaborasi Kader dan Puskesmas dalam Investigasi Kontak SR Jambi

Sudah kita ketahui bersama bahwa Indonesia hingga saat ini menduduki
Selengkapnya »

Di Balik Kisah Ibu Musdalifah, Pasien Suporter TBC RO yang Membaktikan Dirinya Untuk Membantu Pasien TBC Sembuh

Ibu Musdalifah merupakan salah satu dari patient  supporter (PS) untuk
Selengkapnya »

Perjuangan Ibu Siti Aminah dalam Mencari Suspek untuk Indonesia Bebas Tuberkulosis 2030

Siti Aminah, atau yang akrab dipanggil dengan nama Ibu Siti
Selengkapnya »

Matras TB Dorong Eliminasi TB di Bangka Belitung

  Bangka merupakan salah satu Kabupaten di Bangka Belitung yang
Selengkapnya »

Pengelolaan Shelter Sebagai Penguatan Eliminasi TBC di Lampung

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang menyebabkan masalah kesehatan terbesar
Selengkapnya »