Skip to content

Berjuang Bersama Memberantas Tuberkulosis di Subang

IMG-20210827-WA0013

Kabupaten Subang adalah salah satu daerah di Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang padat sebanyak 1.579.018 jiwa. Kabupaten yang terletak di daerah pesisir pantai utara ini terbagi dari 30 kecamatan, 245 Desa, dan 8 kelurahan dengan  luas wilayah sebesar 2051,76 km.

Di Kabupaten Subang, penyakit menular Tuberkulosis (TBC) masih banyak ditemukan, hal ini pun diperkuat oleh data dari Laporan Tuberkulosis Nasional 2021 dengan 3.609 orang jatuh sakit sepanjang tahun 2021. Selain itu, Dinas Kesehatan Subang juga melaporkan bahwa TBC berada di urutan keempat sebagai satu-satunya penyakit menular yang menyebabkan kematian terbanyak setelah penyakit stroke, jantung koroner (CAD) dan gagal ginjal CKD. Kondisi tersebut menyiratkan upaya menurunkan jumlah kasus TBC yang membutuhkan peran berbagai pihak. 

Kondisi ini direspon oleh Sub-Sub-Recipient (SSR) Kabupaten Subang yang merupakan bagian dari Principal Recipient (PR) Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI dengan memberikan dukungan komunitas dalam proses perawatan TBC. Dalam hal ini, SSR Subang melakukan langkah awal dengan memperkuat jejaring multipihak bersama beberapa pemangku kepentingan terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.

Program Staff SSR Subang, Irfan Maulana, mengatakan, “Dengan Dinas Kesehatan kita selalu diskusi untuk bersinergi dalam penjangkauan dan penemuan kasus TBC di Kabupaten Subang. Kami membangun komunikasi bahwa komunitas hadir untuk membantu Puskesmas agar orang dengan gejala TBC terdeteksi secara dini, masyarakat memahami penyakit ini, mendampingi pasien TBC selama berobat, serta melacak pasien mangkir”.  

Selain itu, kader komunitas yang dikelola oleh SSR Subang juga diberi kepercayaan dan dukungan oleh petugas Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Keberadaan kader dinilai sebagai angin segar karena dapat membantu dalam menjangkau orang dengan penyakit TBC di masyarakat sebagai perpanjangan tangan Puskesmas. Hal ini membuat kader bersemangat melaksanakan kegiatan untuk memutus mata rantai penularan TBC. 

Tuti, salah satu kader dari Cikalapa Subang menyatakan antusiasmenya karena mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. “Saya sangat senang ketika mendapat dukungan dan kepercayaan dari Dinkes, rasanya seperti dikasih suntikan semangat dalam melakukan penjangkauan. Orang-orang Dinkes juga sangat komunikatif dan responsif sehingga kami sering melakukan diskusi terkait kondisi di lapangan,” tuturnya. 

Selain dukungan secara moril, Dinas Kesehatan juga menyediakan fasilitas dan ruang berbicara untuk para kader dan komunitas. “Di Dinas Kesehatan, kita diberikan ruangan untuk tempat berkumpul. Jadi, jika kita ingin melakukan pertemuan, pelatihan, ataupun diskusi, kita nggak repot-repot cari tempat deh’’ kata Tuti. 

Pada beberapa kesempatan, Dinas Kesehatan mengenalkan para kader kepada para pemangku kepentingan lainnya dan diberi ruang untuk memaparkan tugas-tugas yang dilakukan oleh kader TBC Komunitas di lapangan. “Yang jelas saya makin merasa dirangkul dengan diberikannya kesempatan untuk berbicara, kami nggak jalan sendiri, dan Dinkes selalu membersamai langkah kami,” tambah Tuti. 

Adanya dukungan tersebut meningkatkan produktivitas kader ketika melakukan penjangkauan. Dalam pencapaian notifikasi kasus, Kabupaten Subang berhasil menjangkau lebih banyak kasus dengan jumlah kader aktif yang meningkat. Irfan mengatakan, “Dulu itu sudah dilatih 140-an kader mba, kemudian yang aktif di bawah 20 kader. Bertahap sekarang yang aktif sampai 60,” tuturnya. 

Peningkatan keaktifan kader juga sangat berpengaruh pada capaian hasil yang didapatkan oleh SSR Subang. “Bahkan, di kuartal 3, kami mendapatkan hasil capaian kasus yang cukup baik dibandingkan kuartal sebelumnya” tutur Irfan. Bertambahnya angka penemuan kasus berkaitan dengan meningkatnya keaktifan para kader di lapangan. Semua terjalin karena komunikasi dan koordinasi yang baik antara SSR Subang dengan Dinas Kesehatan untuk mendukung kerja-kerja kader serta Puskesmas.

Dengan kemajuan saat ini, Tuti sebagai kader berharap bahwa kedepannya program yang sedang dilakukan komunitas dapat berkesinambungan sehingga pasien-pasien TBC Sensitif Obat (SO) maupun TBC Resisten Obat (RO) semakin berkurang. Tuti juga menyampaikan agar rekan-rekan kader dapat terus bersemangat dalam melaksanakan tugasnya dengan dukungan-dukungan yang sudah diberikan. 

SSR Kabupaten Subang berkomitmen akan terus bergerak menyukseskan eliminasi TBC bersama kader di masyarakat. “Semuanya berjalan dan mengikuti ritme dari hulu ke hilir dengan upaya selalu menjaga komunikasi dan koordinasi serta persepsi yang sama dengan stakeholder dalam mewujudkan sinergitas yang baik,” tutur Irfan. Relasi yang baik akan terus dibangun oleh SSR Subang baik itu ke pemerintah, komunitas dan organisasi masyarakat sipil lainnya, dan para kader untuk Kabupaten Subang bebas TBC. 


Cerita ini dikembangkan dari SR Jawa Barat

Ditulis oleh: Winda Eka Pahla Ayuningtyas (Communications Staff)

Editor: Thea Yantra Hutanamon

 

Bagikan Artikel

Cermati Juga