Yayasan Spiritia, Indonesia AIDS Coalition (IAC), Konsorsium Komunitas Penabulu STPI, dan Perdhaki sebagai Principal Recipient (PR) yang mendapatkan dukungan pendanaan dari The Global Fund tahun 2024 – 2026 yang turut serta dalam penanggulangan dan pencegahan HIV, TB, dan Malaria di Indonesia. Global Fund melalui CCM Indonesia akan melakukan Pelelangan Pekerjaan Jasa Audit Laporan keuangan oleh Auditor Independen untuk melakukan audit terhadap kegiatan dan keuangan yang dilaksanakan oleh 4 (empat) PR tersebut dengan ketentuan sebagai berikut:
- Persyaratan Calon Peserta Pelelangan
- Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mempunyai izin resmi yang berlaku di Republik Indonesia sesuai ketentuan perundangan yang berlaku;
- KAP dan tenaga auditornya tidak sedang tersangkut sanksi profesi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, BPK, atau lembaga negara lainnya;
- Tenaga auditor KAP tidak sedang tersangkut masalah hukum pidana di wilayah Republik Indonesia;
- Tenaga auditor KAP tidak memiliki konflik kepentingan dengan auditee;
- Tim audit KAP memiliki kompetensi di bidangnya sesuai persyaratan teknis dan profesional untuk melaksanakan audit;
- Tim audit KAP mempunyai staf/personil dengan jumlah yang memadai untuk penugasan ini sehingga audit dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disepakati bersama;
- Tim audit KAP lebih disukai memiliki pengalaman audit keuangan yang cukup pada organisasi nirlaba atau non profit organization.
- Pengiriman dokumen penawaran dapat dikirimkan via email ke alamat: pengadaanccm@gmail.com.
Pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Narahubung: Sekretariat CCM melalui email sekretariat.ccm@gmail.com - Batas waktu penerimaan dokumen penawaran tanggal 15 Januari 2025 pukul 17.00 WIB. Pengiriman di luar batas waktu yang telah ditentukan, tidak akan diproses lebih lanjut;
- Penjelasan pekerjaan (aanwijzing) akan dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 Januari 2025 pada pukul 10.00 – 12.00 di kantor CCM Indonesia:
Kompleks BKPK, Kementerian Kesehatan RI, Gedung D Lantai 3
Jl. Percetakan Negara No.29, Jakarta Pusat.
atau melalui zoom meeting https://bit.ly/JasaAuditor2426 (Meeting ID: 837 1023 2361 Password: EA2024). - Persyaratan, informasi dan dokumen lelang selanjutnya dapat diunduh pada link berikut: EXTERNAL AUDIT BIDDING ANNOUNCEMENT




Kegiatan ini dikemas dalam “Cabaret Show: Dermaga Akhir Eliminasi TBC 2030” yang juga di dalamnya terdapat sesi monolog berjudul “You Never Walk Alone” dengan melibatkan pentaheliks yang terdiri dari kaum muda (perwakilan Caraka TB Institute), media (deduktif.id), akademisi, perusahaan (Otsuka), dan komunitas TBC (PR Konsorsium Penabulu-STPI). Pesan yang disampaikan dalam sesi tersebut adalah sangat dibutuhkan upaya kolaborasi antar unsur masyarakat serta beberapa stakeholder dalam percepatan eliminasi TBC 2030.
Selain itu, juga diadakan talkshow bersama pemangku kepentingan seperti dr.Ina Agustina Isturini, MKM selaku Direktur P2PM Kemenkes RI; Dr.Chaerul Dwi Sapta, SH., M.AP selaku Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Kemendagri RI; dr. Nancy Dian Anggraeni, M.Epid selaku Asisten Deputi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Kemenko PMK; dr.Henry Diatmo, MKM selaku Direktur Eksekutif STPI; Prof.Erlina Burhan, M.Sc. Sp.P(K) sebagai akademisi; dan dr.Ayman Alatas selaku influencer kesehatan.
Menyambung hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc juga menyampaikan bahwa, “Terima kasih sudah merumuskan memo kebijakan ini yang sangat bermanfaat terutama bagi kami untuk menjalankan perintah presiden dalam quick win yang mana 7 diantaranya harus dikoordinasikan oleh Menko PMK.”
Dalam memperkuat capaian tersebut, Prof Erlina menyampaikan bahwa inovasi berbasis penelitian sangat dibutuhkan saat ini. Sudah banyak inovasi yang ditemukan, seperti obat BPaL untuk pasien TBC Resisten Obat (RO) yang awalnya bisa sembuh dalam waktu 24 bulan, sekarang hanya 6 bulan saja. “Inovasi adalah kunci kita untuk eliminasi karena kalau kita tidak melakukan inovasi itu business as usual. Contoh sekarang ada tongue swab yang akan kami teliti dalam hal diagnosis TBC dan kami akan terus melakukan inovasi dalam mendukung eliminasi TBC” Tambah Prof. Erlina.
dr.Nurul Luntungan selaku Ketua Yayasan STPI menyimpulkan bahwa menuju eliminasi TBC 2030 tinggal 6 tahun lagi. Apabila kita tetap berada pada track yang sama tanpa berkolaborasi dari semua pihak, maka mimpi bebas TBC hanya menjadi angan belaka. Rekomendasi yang telah dibuat secara bersama oleh semua mitra TBC